POTENSI JAMUR HALUSINOGEN JENIS PSILOCYBE SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT ALTERNATIF

POTENSI JAMUR HALUSINOGEN JENIS PSILOCYBE SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT ALTERNATIF

Oleh: R. Haryo Bimo Setiarto

Psilocybe merupakan jamur makro anggota suku Strophariaceae, bangsa Agaricales. Agaricales merupakan bangsa dalam kingdom Fungi yang beranggotakan jamur-jamur yang berbadan buah dengan tiga bagian utama, yaitu tudung buah (pileus), bilah (lamellae) atau pori (pore), dan tangkai (stipe). Psilocybe diketahui tumbuh dengan sebaran yang luas (kosmopolitan) dan mempunyai fungsi ekologi sebagai saprotrof. Psilocybe tumbuh di kotoran hewan, lumut, ranting, daun, atau kayu yang busuk. Psilocybe diperkirakan terdiri dari 116 jenis di dunia, diantaranya dilaporkan 5 jenis dari Sri Lanka; 4 jenis dari Afrika Timur, 5 jenis dari Lesser Antilles, dan ada 1 jenis yang dilaporkan di Indonesia, yaitu Psilocybe subaeruginacens var. subaeruginacensMeksiko merupakan negara dengan jumlah jenis Psilocybe tertinggi di dunia dengan 44 jenis (39% dari jenis-jenis di dunia).  Selain suku Indian, suku-suku di Meksiko mempunyai sejarah yang cukup panjang dalam penggunaan Psilocybe dan jamur-jamur halusinogenik lainnya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Masih sedikitnya eksplorasi jamur di Indonesia merupakan salah satu alasan belum banyaknya informasi tentang jamur ini, dan melihat kondisi Indonesia yang sangat sesuai dengan tempat tumbuh Psilocybe, tidak diragukan lagi bahwa Psilocybe juga tumbuh di Indonesia. Jenis-jenis jamur makro di Indonesia, termasuk Psilocybe diperkirakan sama dengan jenis-jenis yang ada di  Amerika Selatan dan mesoamerika.  Psilocybe memiliki karakteristik sebagai berikut: badan buah berukuan kecil, tudung buah 0.5-4 cm, cembung atau berbentuk seperti bel, dengan bagian tengah menonjol, berwarna kuning kecoklatan atau coklat.  Bilah adnexed, adnate, warna coklat, menjadi coklat gelap seiring dengan tuanya basidiospora, dan tepi menjadi putih karena adanya sistidia.  Batang tipis, gampang dipatahkan, gundul, warna coklat, dan berubah menjadi kebiruan kalau dilukai.
Pengetahuan tentang jenis-jenis Psilocybe di Indonesia sangat diperlukan, karena Psilocybe diketahui mempunyai efek halusinasi bagi pengonsumsinya.  Di beberapa negara, Psilocybe yang biasa disebut juga sebagai magic mushroom sudah dikenal luas oleh kaum muda sebagai narkoba, dan di Indonesia pun Psilocybe sudah mulai dikenal oleh sebagian orang.  Kemampuan mengidentifikasi dengan menggunakan karakter makroskopik Psilocybe sangat perlu disebarluaskan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan mengidentifikasi.  Beberapa jamur beracun yang mempunyai karakter sangat mirip dengan Psilocybe ada disekeliling kita. Kesalahan mengidentifikasi dapat berakibat sangat fatal, dan bisa menimbulkan kematian.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4a/Psilocybe_semilanceata_6514.jpg/220px-Psilocybe_semilanceata_6514.jpg https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAPwtPyr3tXtSL6Hee9dvERX_cJZea1SUPzlL5JsEH4uk5wzAxNha3HI_SJdKAprF18j-_BMoX7mxSJxM1t7MWvaikW8zdXokKRjiYb_vY-l4fB3fG-reOkJBPr6TsHVoA9Li8irzTjac/s1600/4.jpg
Psilocybe dan beberapa marga jamur penyebab halusinasi mengandung psilocybin dan psilocin yang merupakan kandungan utama pada jamur penyebab halusinasi.  Saat ini kedua komponen yang nama kimianya adalah 4 hydroxylated N-dimethyltryptamine tersebut mulai dipakai oleh salah satu perusahaan obat di Swiss sebagai bahan utama pembuatan obat penyebab halusinasi (psychedelics). Dalam ilmu kedokteran, psilocybin dan psilocin sudah banyak dimanfaatkan. Penelitian telah dilakukan dengan mengumpulkan koresponden yang sedang sakit kepala sebanyak 48 orang, dan dari hasil penelitiannya diketahui bahwa dari 26 pengguna psilocibin, terdapat 22 orang yang berkurang rasa sakit kepalanya. Selain itu dapat dilaporkan juga bahwa penggunaan psilocybin pada penderita kanker stadium lanjut dapat memperbaiki kondisi psikologi dan menurunkan rasa cemas pasien. 
Penggunaan psilocybin sebagai obat masih kontroversi. Di beberapa negara penggunaannya masih ilegal, tetapi pada negara yang berbeda psilocybin diperdagangkan secara terbuka.  Di Indonesia, psilocybin belum banyak dikenal, kecuali pengguna NAPZAlah yang sudah tahu dimana mendapatkannya.  Teknologi pengembangan psilocybin sebagai bahan obat sudah dilakukan di negara-negera berkembang, dan Sandoz merupakan salah satu perusahaan farmasi yang sudah mengembangkan psilocybin sebagai bahan utama obat. Perusahaan farmasi di Swiss ini mengemas obat yang dibuat dari psilocybin dalam bentuk pil.  Di Indonesia psilocybin juga bisa dikembangkan sebagai bahan obat. Proses budidaya jamur Psilocybe telah banyak dilakukan, sehingga cara budidaya Psilocybe bukan menjadi halangan pengembangannya. Apabila jenis-jenis jamur penyebab halusinasi di Indonesia diketahui dan proses budidayanya bisa dilakukan, hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat dari alam yang bisa digunakan sebagai alternatif bagi perusahaan farmasi yang ada di Indonesia.
� < n e �p� �� e> Fosfor, Natrium, Kalsium, dan Magnesium. Sementara itu senyawa mikromineral yang dominan terkandung dalam jamur tiram putih adalah  Zn, Fe, Mn, Mo, Co, Pb. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Mg mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%. Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari.

 
Selain nilai gizinya yang tinggi, jamur tiram putih juga mempunyai sifat antioksidan. Jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai antibakteri dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda. Jamur tiram ini memiliki manfaat kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung koroner serta beberapa penyakit lainnya. Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes, anemia. Selain itu jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan kadar kolesterol. Di samping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan. Jamur tiram ini mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan. Adanya polisakarida, khususnya Beta-D-glukan pada jamur tiram mempunyai efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan kolesterol, antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. Pada jamur tiram, produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran dikenal sebagai suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia).

Dilihat dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan ini termasuk aman untuk dikonsumsi. Adanya serat yaitu lignoselulosa dalam jaumr tiram putih, menjadikannya baik untuk kesehatan pencernaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh USDA (United States Drugs and Administration) pada tikus dapat diketahui bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Selain penelitian tersebut, saat ini juga sedang diteliti potensi jamur tiram putih sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya tumor

Komentar

  1. Mas bisa kasih informasi yang jual spora print Psilocybe Cubensis? Barangkali punya informasi.. Ini buat bahan penelitian

    BalasHapus

Posting Komentar