PEMANFAATAN SISTEM HIGH THROUGHPUT SCREENING (HTS) UNTUK PENAPISAN DAN MENGUNGKAP POTENSI MIKROBA UNGGULAN
PEMANFAATAN
SISTEM HIGH THROUGHPUT SCREENING (HTS) UNTUK PENAPISAN DAN MENGUNGKAP POTENSI
MIKROBA UNGGULAN
Oleh:
R. Haryo Bimo Setiarto
Metode
high throughput screening (HTS)
merupakan salah satu alternatif cara yang paling efektif dan efisien untuk melakukan
penapisan (seleksi) dan mengetahui potensi suatu mikroorganisme (bakteri,
actinomycetes, fungi maupun yeast) dalam jumlah besar serta waktu yang singkat.
Dengan sistem high throughput screening (HTS) ini kegiatan penelitian sngat
dimudahkan karena seorang peneliti dapat dengan cepat mengendalikan jutaan
reaksi biokimiawi, melakukan analisis genetika atau farmakologi. Secara umum
metode ini banyak digunakan dalam penelitian ilmiah bidang biokimiawi untuk
pencarian senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme sebagai
bahan obat baru bagi dunia farmasi dan kesehatan. Sistem HTS ini menyediakan
titik awal untuk melakukan desain obat dan memahami interaksi maupun peranan
dari satu proses biokimia pada suatu fenomena biologis. Teknik HTS ini telah
didukung oleh beberapa instrument diantaranya: microplate titter sebagai pelat pengujian/ tempat untuk melakukan
reaksi biokimiawi antara cairan sampel yang dianalisis dengan pereaksi kimia
dan buffer, software pengolah data
dan perangkat kontrol otomatis, microplate
reader yang dilengkapi dengan detektor yang sensitif terhadap reaksi
biokimiawi yang terjadi (reaksi perubahan warna maupun kekeruhan). Microplates
titer yang digunakan untuk analisis HTS umumnya mempunyai jumlah sumur/ lubang
sebanyak 384, 1536 maupun 3456. Jumlah lubang tersebut adalah kelipatan dari
96, yang mencerminkan 96 sumur asli microplate titer dengan ukuran tiap-tiap
lubang 8 x 129 mm.

Contoh analisis
biokimiawi senyawa bioaktif yang dilakukan dengan metode high throughput screening (HTS)
Prinsip
penapisan mikroba dengan metode HTS ini secara umum hampir serupa dengan teknik
analisis turbidimetri, spektrofotometri UV/Vis maupun fluorescence yaitu
terjadinya kekeruhan, perubahan warna, timbulnya fluoresensi yang terjadi
setelah sampel yang dianalisis direaksikan. Terjadinya perubahan warna oleh
microplate reader dengan bantuan software pengolah data diinterpretasikan
sebagai nilai absorbansi. Nilai absorbansi adalah nilai yang menunjukkan jumlah
partikel sinar UV/Visable maupun florescence yang dilepaskan oleh sumber cahaya
microplate reader dan mampu diserap oleh partikel warna dari suatu sampel. Semakin
tajam/ pekat intensitas perubahan warna maupun fluoresensi yang timbul, semakin
tingginya kekeruhan yang terjadi ditunjukkan dengan nilai absorbansi yang
tinggi. Hal tersebut dapat menginterpretasikan bahwa semakin tinggi potensi
dari suatu mikroorganisme dalam menghasilkan suatu senyawa bioaktif yang dapat
berperan sebagai antivirus, antibakteri, antifungi, antikanker, antioksidan
maupun antibodi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat bagi manusia. Agar
diperoleh hasil analisis HTS yang sangat akurat maka selain melakukan analisis
terhadap sampel, dilakukan pula pengukuran terhadap suatu standar yang telah
diketahui konsentrasinya.
Secara
umum aplikasi metode HTS ini pada dunia riset banyak digunakan untuk proses
skrining (penapisan) awal dari ribuan bahkan jutaan isolat mikroorganisme yang
diambil dari alam. Setelah melalui proses penapisan (skrining) awal dengan
metode HTS, selanjutnya mikroba unggulan yang terpilih dioptimasi dan
dianalisis secara lebih lanjut dengan menggunakan metode spektrofotometri,
analisis HPLC (High Performance Liquid
Chromatography), GC (Gas
Chromatography) maupun analisis molecular dengan PCR (Polymerase Chain Reaction). Dengan teknik HTS ini proses
identifikasi dan pengungkapan potensi mikroorganisme (bakteri, fungi, yeast,
actinomycetes) dalam menghasilkan senyawa bioaktif yang berperan sebagai
antibiotik, antikanker, antioksidan, antifungi, antivirus, bioremediasi maupun
bioinsektisida dapat dilakukan dengan jauh lebih cepat dan lebih mudah. (R.
Haryo Bimo Setiarto)
boleh tau ini diambil dari referensi mana?
BalasHapus