PEMANFAATAN JAMUR TIRAM PUTIH
(Pleurotus Ostreatus) BAGI MASYARAKAT INDONESIA
Oleh:
R. Haryo Bimo Setiarto
Jamur
pangan (edible mushroom) merupakan
salah satu sumber pangan fungsional yang mempunyai cita rasa dan nutrisi tinggi.
Salah satu jenis jamur pangan yang mudah dibudidayakan dan saat sudah dikenal
masyarakat adalah jamur tiram putih (Pleurotus
ostreatus). Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah
satu jenis jamur kayu yang paling mudah dibudidayakan karena dapat tumbuh di
berbagai macam jenis substrat dan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap
lingkungan yang tinggi. Nama jamur tiram
diberikan karena bentuk tudung jamur ini agak membulat, lonjong, dan melengkung
menyerupai cangkang tiram. Permukaan tudung jamur tiram licin, agak berminyak
jika lembab dan tepiannya bergelombang. Diameter tudung mencapai 3-15 cm.
Batang atau tangkai jamur tidak tepat berada di tengah tudung, tetapi agak ke pinggir.
Tubuh buahnya membentuk rumpun yang memiliki banyak percabangan dan menyatu
dalam satu media. Jika sudah tua daging buahnya akan menjadi liat dan keras.
Jamur
tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan makanan bernutrisi
dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral,
rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Jamur
ini memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium,
karbohidrat, dan protein. Untuk kandungan proteinnya yaitu sekitar 10.5-30.4%.
Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori,
10.5-30.4 % protein, 56.6 % karbohidrat, 1.7-2.2 % lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin,
77.2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium. Kalori yang dikandung jamur ini adalah 100
kj/100 gram dengan 72 % asam lemak tak jenuh. Serat jamur sangat baik untuk
pencernaan, kandungan seratnya mencapai 7.4- 24.6 % sehingga cocok untuk para
pelaku diet. Jamur tiram juga mengandung 9 macam asam amino yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin,
histidin, dan fenil alanin.
Sebanyak
72%
lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi
baik yang menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun
gangguan metabolisme lipid lainnya. Sebesar 28% asam lemak jenuh serta adanya
semacam polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga
menimbulkan rasa enak. Jamur tiram juga mengandung vitamin penting, terutama vitamin B1 (tiamin),
vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin),
vitamin C dan provitamin D2 (ergosterol). Senyawa
makromineral yang banyak terkandung dalam jamur tiram putih adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium,
dan Magnesium.
Sementara itu senyawa mikromineral yang dominan terkandung dalam jamur tiram
putih adalah Zn, Fe, Mn, Mo, Co, Pb. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Mg
mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%. Mineral mikroelemen
yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini
aman dikonsumsi setiap hari.

Selain
nilai gizinya yang tinggi, jamur tiram putih juga mempunyai sifat antioksidan. Jamur
tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol,
sebagai antibakteri dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain
itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda. Jamur
tiram ini memiliki manfaat kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung koroner serta beberapa
penyakit lainnya. Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit seperti
penyakit lever, diabetes, anemia. Selain
itu jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan kadar kolesterol. Di
samping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan
karena berserat tinggi dan membantu pencernaan. Jamur tiram ini mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat
sebagai antitumor, menurunkan kolesterol,
serta bertindak sebagai antioksidan. Adanya polisakarida,
khususnya Beta-D-glukan pada jamur tiram mempunyai efek positif sebagai
antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan kolesterol,
antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. Pada jamur tiram,
produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran dikenal sebagai
suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk
menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia).
Dilihat
dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan ini termasuk
aman untuk dikonsumsi. Adanya serat yaitu lignoselulosa dalam jaumr tiram
putih, menjadikannya baik untuk kesehatan pencernaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh USDA
(United States Drugs and Administration) pada tikus dapat diketahui
bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar
kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan
tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita
hiperkolesterol. Selain penelitian tersebut, saat ini juga sedang diteliti
potensi jamur tiram putih sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya tumor.
Komentar
Posting Komentar