MENGUBAH
SENYAWA TOKSIK SIANIDA MENJADI
BAHAN
BAKU OBAT-OBATAN DAN INDUSTRI
Oleh: R. Haryo Bimo Setiarto
Sebagian
besar orang pasti akan heran, bagaimana mungkin senyawa dengan toksisitas yang
tinggi seperti sianida (nitril) dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku obat.
Mengkonsumsi senyawa dengan kandungan nitril (sianida) dalam jumlah kecil
secara tidak sengaja saja sangat berbahaya apalagi memanfaatkannya untuk
menjadi bahan baku obat. Akan tetapi dengan teknik biotransformasi dan bantuan
reaksi biokimiawi enzimatis, hal tersebut sangat mungkin dilakukan. Peranan
enzim nitrilase sangat penting disini karena mampu mengubah substrat nitril
(sianida) menjadi senyawa asam karboksilat dan ammonia (NH4) yang
relatif tidak toksik bagi tubuh. Enzim nitrilase termasuk dalam golongan enzim
hidrolase yang mampu menghidrolisis senyawa nitril (sianida) dengan bantuan H2O.
Enzim nitrilase banyak dihasilkan di alam oleh beberapa mikroorganisme seperti
bakteri dari galur Rhodococcus rhodochrus,
Pseudomonas putida, Rhodococcus erytropolis, Bacillus licheniformis, Alcaligenes faecalis. Di samping
memanfaatkan jalur kinerja enzim nitrilase, pemanfaatan substrat nitril
(sianida) dapat dilakukan dengan jalur lain. Jalur tersebut dilakukan dengan
memanfaatkan enzim nitril hidratase dan amidase secara bertahap dalam
mendegradasi substrat nitril (sianida). Enzim nitril hidratase akan
mengkonversi senyawa dengan gugus nitril (R-CN) menjadi senyawa dengan gugus
amide (R-CONH2). Sementara itu enzim amidase akan mengkonversi
senyawa amide (R-CONH2) hasil proses biotransformasi dari enzim
nitril hidratase menjadi senyawa bergugus asam karboksilat (R-COOH) dan
membentuk senyawa ammonia (NH4).
Salah
satu aplikasi pemanfaatan senyawa sianida (nitril) menjadi bahan baku obat
dapat ditemui pada proses biotransformasi senyawa mandelonitril menjadi senyawa
R-asam mandelat maupun S-asam mandelat. Senyawa (S)-asam mandelat dimanfaatkan
untuk sintesis alternatif cyclopentenon dan obat komersial yang banyak
digunakan sebagai senyawa nonsteroidal pada obat antiinflamasi seperti celecoxib (Celebrex®) and deracoxib (Mateo et al.
2006, Blay et al. 2006). Sementara itu senyawa
(R)-asam mandelat bermanfaat sebagai prekursor semisintetik penisilin,
cephalosporin dan obat antiobesitas (Yamamoto
et al. 1991, Kaul et al. 2004). Sementara
itu aplikasi pemanfaatan senyawa sianida (nitril) menjadi bahan baku industri
dapat dijumpai pada proses biotransformasi asetonitril, laktonitril dan
benzonitril dengan bantuan enzim nitrilase menjadi senyawa asam asetat, asam laktat
dan asam benzoat. Asam asetat adalah bahan baku pembuatan asam cuka pada
industri pangan selain memanfaatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh
bakteri Acetobacter aceti, proses
produksi asam asetat dapat dilakukan dengan memanfaatkan proses biotransformasi
tersebut. Asam laktat adalah bahan baku pembuatan yoghurt (susu asam) umumnya
senyawa ini banyak dihasilkan dari proses fermentasi bakteri Lactobacillus lactis, namun dapat pula
dihasilkan melalui proses biotransformasi dengan enzim nitrilase. Asam benzoat
adalah senyawa kimia yang banyak digunakan sebagai bahan pengawet makanan
maupun minuman umumnya senyawa ini dihasilkan melalui sintesis organik bahan
kimia, akan tetapi dengan bantuan proses biotransformasi enzim nitrilase maka
senyawa ini dapat diproduksi secara optimum dengan bantuan mikroba.
Pemanfaatan
lain di bidang industri dari proses biotransformasi enzim nitrilase adalah
pembuatan senyawa asam adipat dari substrat adiponitril. Asam adipat adalah
bahan utama yan digunakan untuk mensintesis nilon-6,6 suatu bahan yang sangat
penting hasil dari industri poliamida. Nilon 6,6 banyak dimanfaatkan sebagai
bahan baku pembuatan kain, cat, ban, film, resin dan monofilamen (Moreau et al, 1993). Selain itu asam adipat
juga digunakan sebagai salah satu komponen dalam agar-agar, elektronik, kabel
dan bahan pembersih permadani. Contoh lain pemanfaatan proses biotransformasi
senyawa nitril (sianida) adalah produksi senyawa akrilamide dari substrat
akrilonitril. Akrilamide adalah suatu senyawa kimia yang banyak digunakan dalam
bidang biologi molekuler, khususnya untuk proses identifikasi dan analisis
bobot molekul senyawa protein dengan teknik SDS-PAGE (Sodium Dedosil
Sulfat-Poly Acrilamide Gel Electroforesis) (Nagasawa et al, 1993). Saat ini sebagian besar proses di bidang farmasi
(obat-obatan) maupun industri lebih diarahkan pada proses biotransformasi
daripada sintesis kimiawi. Adapun beberapa keuntungan yang dapat diperoleh
dengan memanfaatkan proses biotransformasi adalah dapat menghasilkan bahan kimia
yang spesifik dengan tingkat kemurnian tinggi, kondisi mudah diatur dan aman
terhadap lingkungan (R. Haryo Bimo
Setiarto).
Komentar
Posting Komentar